Home Dating Putus-Nyambung Tahu Kapan Saatnya Mengucap Kata Cukup

Putus-Nyambung Tahu Kapan Saatnya Mengucap Kata Cukup

by Azkhan Fawwaz Alfarizi

Studi yang dilakukan Kansas State University menyatakan bahwa putus-nyambung (dalam istilah kerennya : off &on relationship) memiliki banyak sisi lemah. Pasangan yang menjalani situasi seperti ini cenderung lebih impulsive dan kurang puas satu sama lainnya. Sehingga banyak pertimbangan yang harus dipkirkan ketika memutuskan untuk ‘menyambung’ kembali hubungan yang terputus itu.

1. Tanyakan pada diri sendiri dulu : apakah kita akan memberi kesempatan lagi pada pasangan kita untuk kembali dalam hidup kita? Apalagi jika hubungan yang dulu kandas terjadi karena murni kesalahannya. Ibarat ungkapan “fool me once, shame on you. Fool me twice, shame on me”. Jangan sampai mengulang kesalahan yang sama.

2. Slow things down. Jangan terburu-buru. Karena sekali lagi, ini melibatkan orang yang sama. Terlepasa apakah kita berdua sama-sama merasa sudah belajar dari kesalahan yang lalu, tetap saja kita harus memberi waktu berpikir untuk diri kita dan dirinya.

3. Jika kita memang masih memiliki perasaan padanya, katakan saja. Tetapi seperti yang telah disampaikan sebelumnya, butuh waktu sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali bersamanya. Selain untuk menata hati, gunakan waktu untuk melihat apakah dia sunguh-sungguh ingin ‘balikan’. Apakah keinginan itu atas dasar piilhan dan keputusannya sendiri. Jika iya, maka dia pasti akan mengerti mengapa kita tidak akan langsung menerimanya kembali.

4. Terkakhir, jika memang sungguh-sungguh, dia tidak akan keberatan untuk kembali menciptakan waktu melakukan pendekatan dan ‘pengejaran’ seperti yang dilakukannya saat pertama kali dulu. Justru dia akan menikmati sekali proses ini dan kemungkinan yang akan terjadi adalah : dia akan semakin jatuh cinta kepada kita.

Jika semua hal ini ternyata mengarah ke arah jawaban ‘tidak’, maka disinilah kita harus segera tahu, kapan saatnya mengucap kata cukup.

You may also like