Home Health Awas Jangan Terjebak Rayuan Promo Pusat Kebugaran

Awas Jangan Terjebak Rayuan Promo Pusat Kebugaran

by Azkhan Fawwaz Alfarizi

1. CEK LOKASI

Bukan rahasia lagi kalau hilangnya semangan pergi ke gym biasanya muncul karena jarak antara rumah-kantor-gym sangat jauh atau tidak masuk akal untuk dijangkau dalam waktu yang singkat. Carilah gym yang berjarak maksimal 15 menit perjalanan menyetir dari tempat tinggal atau kantor. Bergabung dengan gym yang jarak tempuh menuju lokasinya lebih dari itu dapat dipastikan akan mengurangi komitmen kita untuk berolahraga. Kalau sudah begitu, siap-siap ditertawakan jika kita masih mengandalkan alasan, “Abis, gym-nya jauh!”

2. TELITI MEMBACA PENAWARAN

Semakin menjamurnya pusat kebugaran, semakin besar juga persaingan harga dan fasilitas. Telitilah dalam membaca fasilitas dan penawaran harga yang diberikan. Ekstra servis akan melambungkan biaya keanggotaan. Banyak gym yang menarik tambahan biaya untuk kelas-kelas khusus, fasilitas, bahkan ada juga gym yang mengenakan biaya untuk menyewa locker. Hati-hati dengan keuntungan sesaat.

3. CEK KUALIFIKASI

Pusat kebugaran yang baik memiliki instruktur yang andal. National Commission for Certifying Agencies memberikan akreditasi kepada lebih dari 190 program sertifikasi untuk gym. Yang paling umum adalah NASM, ACE, NSCA, CI-CPT, ACSM, NESTA, NETA, NFPT dan NSCF. Tidak perlu pusing membacanya. Mudahnya, jika kita membaca akronim-akronim tersebut dalam sertifikat instruktur atau di belakang nama mereka, maka kita berada di tangan yang terpercaya.

4. COBA SEBELUM MENDAFTAR

Mintalah agar kita bisa melakukan trial. Selain untuk melihat seberapa padat pengunjung gym saat itu, juga untuk memastikan kualitas peralatan yang ada tidak berderit-derit saat dipakai, misalnya. Perhatikan juga kerapihan susunan alat-alat beban. Percayalah, jika kualitas alat tidak diimbangi dengan kerapihan penataan, cukup menandakan bahwa gym tersebut kurang dikelola dengan efektif. Jangan lupa untuk melakukan trial itu pada waktu kita biasa berolahraga. Anggaplah sebagai napak tilas atau gladi resik.

You may also like